Untuk Orang Tua Yang Mengasihi Anaknya; Pelajaran Dari Kisah Lukman Al-Hakim

Diposting pada: 2014-09-22, oleh : Administrator, Kategori: Tanpa Kategori

Mungkin sudah pada tahu, kalau anak adalah titipan dari Allah, Tuhan yang wajib kita percaya akan ada-Nya. Dialah Tuhan yang sebenarnya, yang menciptakan segala sesuatu dan Dialah yang pasti adanya. Dialah yang pertama tanpa permulaan dan yang akhir tanpa penghabisan. Yang hidup dan pasti ada dan mengadakan segala yang ada. Dan Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu. Perihal-Nya apabila ia menghendaki sesuatu Ia firmankan: “Jadilah”! maka jadilah sesuatu itu. Itulah Allah dengan segala kekuasaannya.

Oleh karena itu, kita yang sudah di amanahi oleh Allah berupa keturunan, harus mampu mendidik anak-anaknya untuk berbakti kepada Allah. Sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Lukman Hakim;

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur'an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup. "Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan Ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir."

"Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya."

"Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu."

"Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya."

"Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan."

"Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang."

"Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

  1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik
  2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
  3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu
  4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu
  5. Ingatlah Allah selalu
  6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
  7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain
  8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

 

Semoga bermanfaat..

Salam hangat dari kami, keluarga besar SD Muhammadiyah Karangkajen,

Terimakasih kepada Orang Tua yang sudah menitipkan anak-anaknya untuk belajar di sini; SD Muhammadiyah Karangkajen.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Username
Password

YM Admin Sekolah
YM Khoirudin
al-quran-on-line-sd-muhammadiyah-karangkajen

Quran Surat Ash-Shaaffat 37 : 71

71. Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

Baca Surat » Ash-Shaaffat »

www.m-edukasi.web.id blog guru
181618 Total Hits Halaman
52839 Total Pengunjung
42 Hits Hari Ini
18 Pengunjung Hari Ini
1 Pengunjung Online