Manusia Beruntung

Diposting pada: 2014-09-22, oleh : Administrator, Kategori: Artikel Pendidikan

Manusia  Beruntung

Oleh : Wasito, S.Sos.I

Seseorang berhasil, atau beruntung itu akan ditentukan oleh bagaimana ia mempergunakan waktunya, dan sangat merugi ketika waktunya dibuang sia-sia. Banyak diantara kita  yang dengan mudahnya membuang-buang waktu untuk aktivitas yang tidak berguna, satu menit, dua menit, satu jam, dua jam dan seterusnya. Coba kita renungkan apa yang bisa kita lakukan dalam satu menit itu.

Dalam waktu satu menit kita bisa mengucapkan kalimat thoyibah 33 kali, membaca suratul Fatihaah dengan tartil, dalam satu menit kita bisa  memanjatkan do’a kepada sang kholik walaupun dalam kondisi berbaring sekalipun dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan dalam waktu satu menit itu baru dalam satu menit apalagi dalam hitungan jam. Maka penghargaan terhadap waktu itu akan menentukan seseorang untuk meraih sukses dunia dan akhirat. Dalam Islam melakukan muhasabah atau instropeksi bukan setiap pergantian tahun,setiap tahun,setiap bulan saja akan tetapi setiap saat kita lakukan muhasabah untuk mendapatkan keburuntungan.

Islam mengajari kita supaya hidup kita selalu dalam kondisi beruntung yang akan berdampak pada kebahagiaan hidup baik dunia dan akhirat. Maka Al-Qur’an memberikan petuntuk agar kita menjadi orang yang selalu beruntung. Surat Al-‘Asr ayat 1-3:

“Demi masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh, serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran”

Dalam hadist sering kita mendengarkan bahwa barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemaren maka ia beruntung, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemaren maka ia merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemaren maka ia celaka. Dari Al-Qur’an dan Hadist tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa seorang muslim dituntut untuk selalu dalam keadaan beruntung, maka kemudian kita harus tahu siapa saja orang yang akan beruntung itu, dalam kelanjutan ayat dalam surat Al-‘Asr tersebut adalah:

Pertama, orang yang akan memperoleh keburuntungan adalah orang yang mempunyai keimanan yang baik. Kita ambil contoh bagian dari iman yang melekat dalam kehidupan kita sehari-sehari. Kebersihan, “Innallloha yuhibbul mutathohirin” sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang mensucikan diri” Annadhofatul minnal iman, athohuru minnal iman, kebersihan sebagian dari iman. Orang yang mengaku beriman maka ia harus suka terhadap kebersihan, kerapian, perhatian terhadap lingkungan tidak membuat kerusakan dimuka bumi. Kita mulai dari diri kita bagimana menjaga kebersihan tubuh kita, dengan mandi, sikat gigi, memakai wewangian, pakaian rapi,bersih. Kemudian dilanjutkan dengan lingkungan rumah kita sudahkan rapi, bersih. Kalau kebersihan, kerapian, belum menjadi kebiasaan maka perlu ditanyakan pada diri kita apakah iman kita dalam kondisi baik.  Melakukan aktivitas yang manfa’at, orang yang beriman adalah orang yang selalu melakukan aktivitas yang manfaat, ini bisa kita baca dalam surat Al-Mukminun ayat yang ketiga bahwa orang yang beruntung adalah orang yang dalam kondisi beriman siapa yang beriman yakni orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan  yang tidak berguna. Sering kali diantara kita melakukan hal-hal yang manfa’atnya tidak ada, kita lihat ketika memasuki malam tahun 2011 kemaren banyak masyarakat yang tidak tidur semalaman,berjoget, dan bahkan tidak sedikit yang terjerumus ke dalam kemaksiatan. Lainnya adalah orang yang merokok tidak dipungkiri lagi bahwa rokok itu tidak ada manfaatnya bahkan mudhorotnya lebih banyak. Bahkan sebagian ulama mengharamkannya, hukum yang paling ringan adalah makruh yakni sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT. Maka, jelas bahwa orang yang mengaku beriman adalah orang-orang yang selalu setiap saat melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan untuk orang lain.

Kedua, orang yang beruntung adalah orang yang selalu beramal sholeh. Dimanapun dan kapanpun ia akan berusaha agar apa yang ia lakukan menjadi amal sholeh, sehingga tidak ada waktu bagi dia untuk suatu kesia-siaanya. Selalu berpikir bahwa apa yang ia lakukan  menjadikan amal sholeh tabungan di akhirat.

Ketiga, orang yang beruntung adalah orang yang ikut dalam berdakwah. Aktivitas dakwah  bukan hanya dilakukan oleh seorang penceramah atau da’i tapi merupakan tugas setiap muslim. Dakwah bukan hanya dalam bentuk ceramah akan tetapi banyak hal yang bisa dilakukan membantu kegiatan ke Islaman dengan segala apa yang di punyai baik dengan hartanya maupun jiwanya.

Keempat, orang yang beruntung adalah  orang yang  bersabar. Sabar ketika menerima musibah dari Allah SWT, Sabar dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Dan sabar ketika menjauhi laranganNya.

Setiap Pergantian waktu atau baik itu menit, jam, hari dan bahkan  tahun menjadi momentum kita untuk instropeksi diri apakah sampai dengan saat ini kita sudah termasuk orang yang beruntung atau belum. Kalau belum, marilah kita perbaiki diri kita, kalau sudah kita tingkatkan di tahun ini untuk berusaha menjadi orang-orang yang beruntung di dunia maupun akhirat.Amiin. Wallahua’lam bishowab.


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Username
Password

YM Admin Sekolah
YM Khoirudin
al-quran-on-line-sd-muhammadiyah-karangkajen

Quran Surat Ash-Shaaffat 37 : 143

143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah,

Baca Surat » Ash-Shaaffat »

www.m-edukasi.web.id blog guru
174454 Total Hits Halaman
49177 Total Pengunjung
34 Hits Hari Ini
22 Pengunjung Hari Ini
1 Pengunjung Online