Guruku-Teladanku

Diposting pada: 2014-09-29, oleh : Administrator, Kategori: Artikel Pendidikan

GURUKU TELADANKU

Oleh : Wasito, S.Sos.I

Dewasa ini kita mengetahui bermunculan sekolah-sekolah yang mengatasnamakan Islam, hal ini menandakan bahwa semakin berkembangnya pendidikan Islam dengan terintegrasinya ilmu-ilmu umum dengan agama. Oleh karena itu, harus pula diimbangi dengan sumber daya manusia yang unggul agar hasil yang dicapai sebuah lembaga pendidikan Islam tersebut berhasil  menciptakan generasi  yang bukan hanya mempunyai otak cerdas  tetapi mempunyai religiusitas yang  baik atau kalau mengacu pada kurikulum 2013 siswa mempunyai karakter yang baik. Sesungguhnya pengabdian seorang guru dalam Islam sangat mulia. Hal ini dikarenakan di dalam proses belajar mengajar seorang guru adalah salah satu faktor yang mempunyai peranan sangat penting di dalam proses transfer of knowledge, lebih-lebih adalah transfer of value yang akan dibawa oleh si siswa sampai kapanpun. Oleh karena itu,  seorang guru seyogyanya mempunyai kesadaran akan tugas besar itu dan memahami apa hakekat tugas seorang guru itu hadir di tengah-tengah  kehidupan ini.

Selanjutnya bagaimana Islam memandang seorang guru itu?

Dalam Islam guru adalah da’i yakni guru adalah seorang pendakwah mengajak dalam kebaikan. Dalam dunia pendidikan seorang guru merupakan faktor penting yakni bagaimana ia menjaga dan menyelamatkan siswa dari hiruk pikuk dunia ini, bagaimana siswa meraih kesuksesan di dalam mengarungi bahtera kehidupan ini dengan mengacu pada aturan-aturan sesuai syariat Islam. Selain itu, guru menyelamatkan siswa dari  siksa api neraka.  Maka seorang guru yang  mengetahui bahwa dirinya adalah da’i  dituntut mempunyai akhlaq yang terpuji menurut nilai-nilai pendidikan Islam, yakni mempunyai ruhiyah yang baik, ikhlas, tawadhu’, sabar, jujur,  menjadi teladan, tidak materialistik, senantiasa belajar, menguasai dalam bidangnya dan sebagainya. Selain tugas guru mengajak untuk berbuat baik ada tugas guru lainnya sebagai desaigner artinya bahwa gurulah yang akan mendesain siswa-siswanya  akan menjadi generasi seperti apa? Maka guru dalam mengajar harus berorientasi mempersiapkan generasi yang kuat, pertama kuat secara fisik, kedua; mempersiapkan siswa kuat secara finansial, missal; melatih kemandirian para siswa dengan menerapkan  berbagai program kemandirian sekolah. Ketiga, mempersiapkan siswa kuat secara intelektual,  mengajak siswa untuk terlibat dalam proses belajar mengajar, seperti diskusi, observasi, baca buku, dan berbagai pembelajaran lainnya yang dapat meningkatkan  intelektual siswa. Keempat kuat secara mental,  bagaimana ketika sedang mengahadapi suatu masalah. Kelima, kuat secara ruhiyah, siswa diajak  secara bersama melakukan aktivitas ibadah dan  membiasakannya, hal ini  tentu dengan adanya keteladanan dari seorang guru. Menyadari hal tersebut di atas, maka guru akan mempunyai semangat untuk mendidik para siswa dengan lebih baik sehingga akan lahir generasi yang unggul dari sisi inteletualnya maupun dari rohaninya. Wallahua’lam


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Username
Password

YM Admin Sekolah
YM Khoirudin
al-quran-on-line-sd-muhammadiyah-karangkajen

Quran Surat Al A'raf 7 : 80

80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu [551], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?” [551] Perbuatan faahisyah di sini ialah: homosexuil sebagaimana diterangkan dalam ayat 81 berikut.

Baca Surat » Al A'raf »

www.m-edukasi.web.id blog guru
174521 Total Hits Halaman
49177 Total Pengunjung
101 Hits Hari Ini
22 Pengunjung Hari Ini
1 Pengunjung Online