SEKILAS INFO
20-10-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H
  • 2 bulan yang lalu / Melebihi pukul 06.40 WIB gerbang ditutup
  • 7 bulan yang lalu / SELAMAT DATANG DI SD MUHAMMADIYAH KARANGKAJEN – Sekolah Kreatif Inovatif bernuansa Islami
22
Sep 2014
Tentang Kesempurnaan: Dialog antara Kahlil Gibran dan Gurunya

Ada yang aneh dengan buku itu, entah kenapa buku itu berbeda dengan buku-buku yang lain. Biasanya setiap membeli buku, seminggu kemudian buku tersebut sudah selesai dibaca. Tapi berbeda dengan buku yang satu ini, entah kenapa ada sedikit keraguan untuk membacanya. Bukan malas, tapi ada kecanggungan untuk berdialog dengan sang penyair; Kahlil Gibran. Karena memang bagiku buku adalah guru yang tak pernah memarahi, yang menjawab seluruh pertanyaan kehidupan yang menggelayut dalam benak-ku. Itulah buku.

Tapi entah kenapa, ada yang mencoba merayuku untuk membuka halaman demi halaman buku tersebut. Memaksaku untuk tidak tidur semalaman guna berdialog dan mengarungi dunia fantasi buku tersebut. Ah.. mungkin Kahlil Gibran berhasil melobi Tuhan supaya aku membaca bukunya; batinku.

Akhirnya akupun terbuai, terbawa arus yang di ceritakan oleh Kahlil Gibran lewat buku tersebut. Gibran mencoba menarik-ku supaya aku keluar dari apa yang selama ini aku yakini kebenarannya-tentang kesempurnaan. Ah.. ternyata Gibran berhasil menundukkan-ku, aku bertekuk lutut dengan gagasannya- satu-nol aku kalah. Tapi tak mengapa, aku banyak belajar dari apa yang Gibran katakan kepada-ku. Ini sebagian isi bukunya-ceritanya :

Suatu hari Kahlil Gibran berdialog dengan gurunya, Gibran memulai dialog dengan sebuah pertanyaan:

Gibran : “Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna dalam hidup?”

Sang guru merenung sejenak kemudian menjawab: “Berjalanlah lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang”. Gibran pun mencoba untuk mendalami dan melakukan apa yang gurunya katakan.

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, Gibran kembali dengan tangan hampa. Lalu sang guru bertanya: “Mengapa kamu tidak mendapatkan bungan satu pun?”

Gibranpun menjawab : “Sebenarnya tadi aku menemukannya, tapi tidak ku petik karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah, namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang terindah, dan aku pun tak bisa kembali ke belakang lagi!”

Sambil tersenyum sang Guru berkata : “Yaa.. itulah hidup, semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya, karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak akan pernah ada, yang ada hanyalah keikhlasan hati kita untuk menerima kekurangan yang ada!”

Lalu lakukanlah hal-hal seperti ini kata sang Guru:

Bila tidak mungkin memberi, jangan mengambil!

Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci!

Bila tidak bisa menghibur orang, jangan membuatnya sedih!

Bila tidak mungkin meringankan beban orang, jangan memberatkannya!

Bila tidak bisa memuji, jangan menghujat!

Bila tidak bisa menghargai, jangan menghina!

Jangan mencari kesempurnaan, tapi sempurnakanlah apa yang telah ada pada kita.

Itu yang dikatakan Gurunya kepada Gibran..

Menghela nafas lalu aku berkata: “Terimakasih Tuhan engkau telah mempertemukanku dengan Kahlil Gibran”- itu saja.

Selamat menikmati..

Related to the tool, namely what are the benefits that come admission essay writing service from using a collaborative learning tool

Data Sekolah

SD Muhammadiyah Karangkajen

NPSN : 20403344

Jl. Menukan 2 Yogyakarta
KEC. Mergangsan
KAB. Yogyakarta
PROV. D.I. Yogyakarta
KODE POS 55153

Pengumuman

Petunjuk Teknis Lomba MHQ SD Milad Mukarta 102

KETENTUAN LOMBA STORY TELLING

Petunjuk Pelaksanaan Lomba MHQ TK Milad Mukarta 102

Peta Sekolah