SEKILAS INFO
20-10-2020
  • 2 bulan yang lalu / Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 H
  • 2 bulan yang lalu / Melebihi pukul 06.40 WIB gerbang ditutup
  • 7 bulan yang lalu / SELAMAT DATANG DI SD MUHAMMADIYAH KARANGKAJEN – Sekolah Kreatif Inovatif bernuansa Islami
30
Sep 2014
Untuk Orang Tua Yang Mengasihi Anaknya; Pelajaran Dari Kisah Lukman Al-Hakim

Mungkin sudah pada tahu, kalau anak adalah titipan dari Allah, Tuhan yang wajib kita percaya akan ada-Nya. Dialah Tuhan yang sebenarnya, yang menciptakan segala sesuatu dan Dialah yang pasti adanya. Dialah yang pertama tanpa permulaan dan yang akhir tanpa penghabisan. Yang hidup dan pasti ada dan mengadakan segala yang ada. Dan Dialah yang berkuasa atas segala sesuatu. Perihal-Nya apabila ia menghendaki sesuatu Ia firmankan: “Jadilah”! maka jadilah sesuatu itu. Itulah Allah dengan segala kekuasaannya.

Oleh karena itu, kita yang sudah di amanahi oleh Allah berupa keturunan, harus mampu mendidik anak-anaknya untuk berbakti kepada Allah. Sebuah pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah Lukman Hakim;

Satu-satunya manusia yang bukan nabi, bukan pula Rasul tapi kisah hidupnya diabadikan dalam Qur’an adalah Lukman Al Hakim. Kenapa, tak lain, karena hidupnya penuh hikmah. Suatu hari ia pernah menasehati anaknya tentang hidup. “Anakku, jika makanan telah memenuhi perutmu, maka akan matilah pikiran dan kebijaksanaanmu. Semua anggota badanmu akan malas untuk melakukan Ibadah, dan hilang pulalah ketulusan dan kebersihan hati. Padahal hanya dengan hati bersih manusia bisa menikmati lezatnya berdzikir.”

“Anakku, kalau sejak kecil engkau rajin belajar dan menuntut ilmu. Dewasa kelak engkau akan memetik buahnya dan menikmatinya.”

“Anakku, ikutlah engkau pada orang-orang yang sedang menggotong jenazah, jangan kau ikut orang-orang yang hendak pergi ke pesta pernikahan. Karena jenazah akan mengingatkan engkau pada kehidupan yang akan datang. Sedangkan pesta pernikahan akan membangkitkan nafsu duniamu.”

“Anakku, aku sudah pernah memikul batu-batu besar aku juga sudah mengangkat besi-besi berat. Tapi tidak pernah kurasakan sesuatu yang lebih berat daripada tangan yang buruk perangainya.”

“Anakku, aku sudah merasakan semua benda yang pahit. Tapi tidak pernah kurasakan yang lebih pahit dari kemiskinan dan kehinaan.”

“Anakku, aku sudah mengalami penderitaan dan bermacam kesusahan. Tetapi aku belum pernah merasakan penderitaan yang lebih susah daripada menanggung hutang.”

“Anakku, sepanjang hidupku aku berpegang pada delapan wasiat para nabi. Kalimat itu adalah:

  1. Jika kau beribadah pada Allah, jagalah pikiranmu baik-baik
  2. Jika kau berada di rumah orang lain, maka jagalah pandanganmu
  3. Jika kau berada di tengah-tengah majelis, jagalah lidahmu
  4. Jika kau hadir dalam jamuan makan, jagalah perangaimu
  5. Ingatlah Allah selalu
  6. Ingatlah maut yang akan menjemputmu
  7. Lupakan budi baik yang kau kerjakan pada orang lain
  8. Lupakan semua kesalahan orang lain terhadapmu.

Semoga bermanfaat..

Salam hangat dari kami, keluarga besar SD Muhammadiyah Karangkajen,

Terimakasih kepada Orang Tua yang sudah menitipkan anak-anaknya untuk belajar di sini; SD Muhammadiyah Karangkajen.

More specifically, the questions http://resumecvwriter.com/ will focus on the what

Data Sekolah

SD Muhammadiyah Karangkajen

NPSN : 20403344

Jl. Menukan 2 Yogyakarta
KEC. Mergangsan
KAB. Yogyakarta
PROV. D.I. Yogyakarta
KODE POS 55153

Pengumuman

Petunjuk Teknis Lomba MHQ SD Milad Mukarta 102

KETENTUAN LOMBA STORY TELLING

Petunjuk Pelaksanaan Lomba MHQ TK Milad Mukarta 102

Peta Sekolah